
Kampanye adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi untuk mempromosikan atau memperjuangkan suatu tujuan tertentu kepada khalayak umum. Kampanye dapat dilakukan dalam berbagai konteks, termasuk politik, sosial, lingkungan, kesehatan, atau bisnis. Kampanye yang diselenggarakan oleh lembaga SMA Dharma Praja Denpasar bertujuan untuk mengenalkan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2024/2025 yang telah lolos seleksi, kepada warga sekolah yang nantinya warga sekolah akan memilih salah satu dari ke-tiga Paslon (Pasangan Calon) dalam Pesta Demokrasi (Pemilu) yang diadakan pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024 mendatang.


Adapun ke-tiga Paslon yang dimaksud adalah : Paslon 1 : Calon Ketua OSIS : Santi Anindya Firdasari ; Calon Wakil Ketua OSIS : Dewi Julia Safitri. Paslon 2 : Calon Ketua OSIS : Atthala Al-Zahran Priana ; Calon Wakil Ketua OSIS : I Gusti Komang Adi Rimbawa. Paslon 3 : Calon Ketua OSIS : Muhammad Naufal Keandra Raditya ; Calon Wakil Ketua OSIS : Ketut Ivander Salvador. Ke-tiga Paslon ini menyampaikan Visi, Misi, dan Program Kerja saat kampanye untuk menarik perhatian warga sekolah sehingga memperoleh suara saat Pemilu. Kegiatan Kampanye Akbar ini merupakan salah satu aksi nyata dari Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kelas XI dengan tema “Suara Demokrasi”. Siswa kelas XI membagi diri untuk bertugas sebagai KPU dan Team Sukses.




Kampanye Akbar ini diadakan pada hari Sabtu, 21 September 2024, dimulai pukul 09.00 – 10.30 Wita di halaman sekolah. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa, Laporan Ketua KPU, Sambutan Pembina OSIS, Sambutan Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Visi, Misi dan Program kerja dari masing-masing Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dan diakhiri dengan hiburan. Kegiatan ini dapat digelar berkat kerjasama antara para guru pendamping P5 di kelas XI dengan panitia seleksi OSIS periode 2024/2025, dengan adanya Kampanye Akbar para Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS memiliki wadah untuk menyampaikan gagasan, melatih kepercayaan diri, melatih kepemimpinan, dan belajar untuk lebih bertanggung jawab dalam mengambil sebuah keputusan. Proses pembelajaran juga terjadi pada siswa kelas XI pada kelas Project yakni, siswa mampu untuk bernalar kritis dalam berpikir dan menganalisa sebelum memilih pemimpin, mandiri dalam hal menentukan pilihan agar tidak ikut-ikutan teman, memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai demokrasi serta proses pemilihan pemimpin yang nantinya akan diterapkan pada kehidupan nyata di masyarakat dalam keterlibatannya untuk aktif menyuarakan aspirasi dan hak untuk memilih pemimpin.




















