Memaknai Hari Suci Shivaratri di SMA Dharma Praja Denpasar

Setiap hari raya keagamaan di semua agama memiliki filosofi tersendiri. Salah satu hari raya umat Hindu Bali yaitu Shivaratri. Shivaratri adalah hari suci yang dirayakan setahun sekali selama Tilem atau bulan mati ketujuh sesuai kalender Hindu Bali dengan melaksanakan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa.

Kata Shivaratri sendiri berasal dari kata “Siwa” dan “Ratri”. Di mana Siwa berarti suci dan Ratri berarti malam atau kegelapan. Jadi kalau dirangkai menjadi kata ‘Siwaratri’ yang berarti malam yang suci. Malam ini umat Hindu di Bali melaksanakan Brata yakni

 1. Mona Brata adalah menahan diri dalam kata-kata atau diam dan tidak berbicara. Ini untuk membiasakan berbicara dengan kendali penuh, sehingga kata-kata yang tidak perlu tidak muncul. Ritual ini berlangsung selama 12 jam dari pagi hingga malam, tepatnya pukul 06.00 hingga 18.00.

2.   Upawasa dilakukan selama 24 jam yaitu mengatur makan dan minum, bermakna mengatur diri sendiri dari keterikatan duniawi (warigya).

3.  Jagra berarti kesadaran yang diwujudkan dengan mengendalikan tidur atau terjaga. Makna jagra adalah agar panca indera dibuka sepenuhnya dan diisi dengan ajaran suci untuk tetap mawas diri. Ritual ini berlangsung selama 36 jam. Hal ini lah yang disampaikan oleh Guru agama Hindu di SMA Dharma Praja Denpasar dalam acara Talk Show mengenai pemaknaan hari raya Shivaratri, Selasa, 9 Januari 2024 setelah kegiatan persembahyangan bersama dilakukan.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 07.30 sampai 09.00 Wita di halaman sekolah SMA Dharma Praja Denpasar. Turut hadir Bapak/Ibu Guru dan pegawai dalam kegiatan tersebut. Selamat hari raya Shivaratri, semoga kita dapat melaksanakan ajaran Shivaratri sebagai moment untuk merenung, introspeksi diri, dan melebur segala hal negatif sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Bagikan info ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *